PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
Saya akan sharing pengalaman mengenai seminar yang diadakan oleh kampus dan diisi oleh Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A
Pendidikan adalah suatu proses interaksi antar guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran berupa pemberian pengetahuan maupun keterampilan kepada anak didik untuk melatih dan mengasah potensi anak baik internal maupun eksternal.
Dalam mendidik anak dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni agar visi dan misi bisa tercapai dengan baik.
Kurikulum yg diberlakukan oleh pemerintah yang diterapkan di setiap sekolah lebih mengedepankan aspek kognitif anak ( pengetahuan ) padahal ada yg lebih penting dari pengetahuan yaitu akhlak ( afektif ) sehingga banyak lembaga pendidikan yg dijadikan sebagai bisinis dan akhlakpun terbengkalai
Akhlak ini menjadi jiwa (ruh) dalam mendidik. Akhlak seharusnya menjadi nomor satu yg kedepankan karena akhlak adalah kunci dari kesuksesan bangsa ini. Apabila pengetahuan yg tidak dibarengi dengan akhlak tidaklah guna justru itu akan menimbulkan berbagai pertikaian sehingga mengakibatkan ketidak adilanAkan tetapi saat akhlak dikedepankan ketimbang pengetahuan maka akan terjadi keharmonisan diantara manusia yang satu dengan yg lainnya
Untuk membantu akhlak yg baik dibutuhkan kontribusi kerjasama antar guru dan orang tua. Orang tua adalah pendidikan pertama dan terakhir sehingga pendidikan keluarga ini tidak tergantikan dalam urgensi pendidikan akhlak karena di dalam kelurga terdapat cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang inilah yg akan mudah membentuk karakter kepribadian anak
Dalam membentuk akhlak Karimah ada beberapa metode dan cara agar akhlak bisa terbentuk dengan baik, antara lain :
1. Buatlah aturan
Aturan adalah salah satu cara membentuk karakter kepribadian anak dengan membuat aturan-aturan, aturan ini diberikan kepada anak agar ditaati dan akan ada sanksi apabila aturan dilanggar sehingga anak segan untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran
Buatlah aturan yg mendidik dan tidak membuat batin anak merasa tertekan sehingga mengakibatkan sikoligi anak terganggu
2. Aplikasi ( penerapan )
Penerapan adalah lanjutan dari membuat aturan, penerapan harus dilakukan walaupun dengan terpaksa, dipaksa oleh aturan adalah hal yg memberat tetepi lambat laun keterpaksaan tersebut akan membuat kita biasa
Dalam mendidik ada namnya reward dan punishment. Punishment ini yg akan membuat anak merasa takut untuk melakukan keburukan agar kesannya tidak terlalu dikendalikan oleh aturan berikanlah reward ( penghargaan ) kepada anak Agar anak juga semangat menjalankan aturan tersebut
3. Budaya ( kebiasaan/biasakan )
Budaya adalah sebuah kebiasaan yg dilakukan oleh orang. Dengan budaya atau kebiasaan anak akan mudah melakukan sesuatu tanpa beban. kebiasaan ini akan mengajarkan anak terus Istiqomah dalammdalam menjalankan karakter aturan Sehingga dengan Kebiasaan anak ini menjadikan pribadi yg berakhlakul Karimah
4. Kontrol
Kontrol adalah salah satu usaha mengarahkan anak agar tidak melakukan sesuatu sesuai dengan kemauannya. Kontrol ini berguna Untuk memberikan bimbingan kepada anak. Karena pemikiran anak masih belum bisa menentukan arah yg sesuai sehingga dibutuhkanlah kontrol.
Kontrol ini berguna untuk memberikan anak protek ( keamanan ) dan defense ( pertahanan ) agar bisa memfilter berita atau informasi yg didapat, kontrol ini juga bisa menjadi alat untuk menjaga anak agar tidak mudah dinodai oleh budaya luar
5. Evaluasi
Evaluasi adalah proses penilaian kinerja anak apakah anak tersebut sudah terbentuk karakternya atau belum
Tujuan dari evaluasi ini adalah membuat anak untuk memecahkan masalah atau kesulitan yg dialami selama proses pembentukan akhlak tersebut.
Cara diatas bisa terapkan dalam keluarga ataupun lembaga pendidikan
Karena dengan cara tersebutlah dengan mudah tercipta generasi terbaik
Akhlak ada salah satu risalah nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam Karena dengan akhlak manusia hidup dengan tenteram dan damai
Sedangkan imam Ghazali mengatakan untuk membantu akhlak yang baik ada 3 cara yaitu
1. Takhalli ( mengosongkan diri dari akhlak buruk )
2. Tahalli ( menguasai diri dengan akhlak terpuji
3. Tajalli ( terbuka penghalang antara manusia dan Tuhan )
Akhlak yg baik harus dilakukan dengan baik pula. Untuk membentuk akhlak pada peserta didik dibutuhkan contoh bukan hanya sekedar kata-kata
Sekali lagi akhlak itu butuh contoh bukan kata-kata
Kurang lebihnya mohon maaf
Sekian dan terima kasih banyak
Assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh



Komentar
Posting Komentar