MENJADI KONSELOR UNTUK GENERASI BANGSA
TEHNIK MEDIASI REMAJA ZAMAN NOW
By : kak syarif
Pada tanggal 21 februari 2021 SEKOLAH SMP-SMA
AL-QUR’AN WAHDAH ISLAMIYAH CIBINONG BOGOR kedatangan tamu seorang konselor
yang sudah berpengalaman dalam bidang psikologi remaja beliau adalah AHMAD
SYARIF M.Psi beliau mengadakan workshop/pelatihan untuk semua guru disekolah
tersebut
Dalam pelatihan tersebut kak syarif
mengatakan “tidak boleh mencurigai siswa kita” apa maksud dari kutipan
tersebut ? maksudnya adalah kita sebagai seorang pendidik/guru tidak boleh
terlalu mencurigai siswa, curiga disini adalah apabila siswa melakukan sebuah
sikap yang tidak biasanya dilakukan seperti kebiasaan yang berubah, ekspresi,
tingkah laku, tutur kata, dll. Sebagai seorang guru hindari berburuk sangka
atau curiga tersebut karena memang pada masa remaja tersebut sering terjadi perubahan-perubahan
pada siswa remaja. Jadi apa yang harus dilakukan seorang guru untuk menyikapi
problem tersebut ? hal yang paling utama disini adalah anggaplah semua siswa
kita baik dan pintar karena tanpa kita sadari mereka semua mau mengorbankan
waktu dan tenaga mereka untuk mau belajar sehingga tugas kita disini adalah
membantu mereka menemukan apa yang mereka ingikan dan butuhkan, membantu mereka
mencari jati diri mereka dan menemukan
potensi yang ada pada diri siswa kita. Selanjutnya hal yang perlu kita lakukan
untuk menyikapi masalah diatas adalah observasi. Obeservasi adalah meneliti
kejadian pada siswa yang bersangkutan dangan cara mendekatinya secara persuasif,
kemudian melakukan metode diskusi ringan dan masuk pada tujuan yang ingin
ditanyakan sebab dan akibatnya yang terakhir berikan solusi yang tepat untuk
siswa tersebut.
Kak syarif juga memberikan satu kata
yang membuat guru termotivasi untuk selalu menjaga fitrahnya sebagai seorang
tenaga pendidik , kak sayrif mengatakan “saya diamanahkan Allah untuk
menemeni remaja kita” . dizaman teknologi dan infromasi yang semakin
canggih kasus remaja yang melakuakan hal negatif lebih banyak daripada positif.
Lalu kenapa hal itu bisa terjadi ? inilah tugas kita sebagai guru untuk
membantu mereka berpikir agar siswa kita melakukan hal tersebut dengan beberapa
pertimbangan, karena pada saat usia remaja siswa itu :
![]()
emosi aksi berfikir
maksudnya disini, saat usia remaja siswa itu lebih mengedepankan
emosi mereka kemudian dibarengi dengan aksi kemuidan baru berpikir. Contohnya siswa
saat marah pada temannya dia akan langsung memukulnya dan setelah memukul baru
dia pikirkan apa yang ia lakukan. Nah, hal inilah yang perlu kita luruskan
sebagia seorang guru membuat siswa itu seperti berikut
![]()
emosi berfikir aksi
disini bisa kita lihat, seharusnya siswa disaat emosi harus diajak
berpikir terlebih dahulu agar mereka mengambil keputusan yang tepat atau aksi
yang tepat agar keddepannya tidak menimbulkan hal yang tidak seharusnya terjadi
karena pengambilankeputusn remaja lebih mengedepankan emsoi daripada logis.
Pada saat remaja guru juga harus mengetahui apa saja perbahan yang
terjadi pada mereka agar guru tidak shock/kaget dengan tingkah laku tersebut
karena pada dasarnya sikpa itu terjadi pada semua kalangan remaja
1.
Fisik
Diusia remaja itu hormon meningkat sehingga rasa ingin tau dengan
hal-hal baru juga akan tinggi, kemudian perubahan fisik, mulai dari suara,
wajah, jenggot, dll. Dan yang sering kita temukan dimasa tersebut adalah rentan
dengan bullying
2.
Sosial
dan emosi
Difase ini banyak sekali siswa yang akan mencari identitas mereka
dan merka juga rentan terpengaruh dengan komunitas atau kelompok, mereka juga
akan terpengaruh dengan lawan jenis
3.
Kognitif
Difase ini siswa/remaja akan terus mencoba hal-hal baru karena rasa
ingin tahu ini semua karena hal baru tersebut dianggap menantang
Selanjutnya seorang guru juga harus memahami fase-fase remaja itu
berkembang , fase-fase itu dibagi menjadi 3 fase :
1.
Remaja
awal : 11-14 tahun :
fisik
2.
Remaja
tengah :14-17 tahun : sosial
3.
Remaja
akhir : 17-20 tahun : masa depan
Dalam penanganan kasus remaja yang belum menemukan jati dirinya
harus ditelusur guru, seorang guru harus mengatuhi dan mampu mebantu siswa
dalam memecahkan permasalahnnya, berikut ada beberap cara yaitu :
a.
Buka
diri untuk menjadi teman cerita
b.
Mulailah
obrolan dengan ringan dan santai
c.
Perbanyak
dialog bukan monolog
d.
Lakukan
dialog dengan 5w+1h
e.
Hindari
kalimat toxic
Nah mungkin itulah beberapa poin penting yang bisa kami dapatkan
dalam pelatihan tersebut, semoga bermnafaat dan selamat mencoba
Salam horamt
Sahabat anda
rosdianto


Keren euy
BalasHapus👍👍
BalasHapusMantul
BalasHapus