SMART PEOPLE
Manusia adalah makhluk yang paling mulia yg diciptakan oleh Allah SWT. Manusia bisa lebih mulia dari malaikat apabila manusia bisa mengendalikan hawa nafsu dan berfikir secara rasional, sebaliknya manusia lebih hina daripada binatang apabila manusia dikendalikan oleh keinginan yg terlalu berlebihan (hawa nafsu).
Sebagai manusia yg berakal pasti ingin menjadi manusia proposional, untuk menjadi manusia yg baik, tidak semudah yg kita bayangkan. Untuk mengetahui apakah manusia tersebut bisa dikatakan proposional kita bisa ukur dari sikap dan perilaku dalam menghadapi suatu permasalahan.
Masalah adalah salah satu cara Allah mengetahui kualitas hambanya, manusia tidak akan pernah lepas dari namanya masalah, entah itu masalah kesedihan, kegagalan, ataupun kebahagiaan,dll. Kebahagiaan juga bisa disebut masalah karena dengan nikmat yg diberikan oleh Allah kepada hambanya harus dipertanggung jawabkan contohnya sepert Harta, tahta, dan wanita semua itu merupakan ujian dari Allah
Allah mendatangkan masalah pasti dengan solusi juga seperti pepatah mengatakan " 1 problem 1000 solusion ". Untuk mempermudah kita dalam memecahkan masalah manusia harus mengetahui sumber dari masalah tersebut, karena dengan mengetahui sumber masalah kita akan enjoy dan lebih tenang dalam memecahkannya. Sumber dari semua masalah adalah " yourself" diri kita sendiri. Masalah itu bukan kecil atau besarnya tapi bagimana persepsi kita dengan masalah tersebut. Sumber dari suatu masalah adalah ada dalam diri kita sendiri.
Tulisan ini akan memberikan perbandingan agar kita bisa paham mengenai masalah tersebut. Dalam teori dikatomi Kendali dikatakan bahwa ada suatu yg bahwa kendali kita dan ada juga diluar kendali kita. Contoh dibawah kendali kita adalah pikiran, perasaan, rencana, tindakan, dll. Ini merupakan hal yg bisa kita lakukan dalam memecahkan masalah karena ini adalah dibawah kendali kita. Adapun diluar kendali kita adalah sesuatu yg tidak bisa kita ubah atau lebih tepatnya takdir, sebagai contoh, kekayaan, cuaca, kecantikan,dll.
Sekarang mari kita ambil contoh dari teori diatas. " Suatu hari kita dalam perjalanan menuju kantor untuk melaksanakan meeting tiba-tiba ditengah perjalanan macet atau cuacanya tidak mendukung, maka apa yg kita lakukan apakah harus marah, frustasi, dan jengkel. Pasti dengan jengkel dan marah tidak akan menyelesaikan masalah yg tengah kamu hadapi karena itu diluar kendali kita. Yg perlu kita lakukan adalah bersabar, positif thinking, dan bisa menikmati pemandangan disekeliling kita. Karena kita tidak mungkin mengendalikan macet dan cuaca makanya disebut sebagai diluar kendali kita "
Agar lebih paham mari kita ambil contoh lainnya " suatu saat kamu ingin menjadi pembisnis sukses, apa yg kamu lakukan ? Dibawah kendali kamu pasti merencanakan dan berusaha mewujudkannya. Tapi inget ada namnya diluar kendali kita. Adapun bisnis kamu gagal itu adalah diluar kendali kamu. Mendapatkan kegagalan atau kesedihan pasti tapi jangan sampai kamu marah dan frustasi karena sudah berusaha tapi hasilnya tidak memuaskan. Yg perlu kamu lakukan adalah berpikir positif yaitu kamu ambil hikmah dari kegagalan tersebut. Contoh " mungkin ini belum Rizki, dilain kali aku harus coba, atau kamu bisa menenangkan dirimu dengan kata-kata mungkin ini yg terbaik bagi ku "
Karena boleh jadi kamu diberikan kesuksesan itu yg akan membuat kamu kikir atau sombong maka kamu digagalkan oleh Allah. Manusia merencanakan Tuhan yg menentukan, bisa jadi apa yg kita pikir itu baik tapi belum tentu baik Dimata Allah.
Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa sumber masalah adalah pikiran kita. Jika pikiran kita selalu positif maka akan datang kebahagiaan yg sesungguhnya. Karena bahagia itu bukan diukur dari material tapi apa yg kita pikirkan itulah kunci kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu adalah hati yg bersih dan pemikiran yg jernih.
Berbaik sangka adalah kunci kebahagiaan



Komentar
Posting Komentar